Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

LIMFOSIT

Limfosit berasal dari sel stem hematopoietik pluriprotein dan paling banyak ditemukan di nodus limfe namun   dapat juga ditemukan di jaringan limfoid khusus seperti limpa, daerah submukosa saluran cerna, timus dan sumsum tulang. Limfosit T Setelah terbentuk di sumsum tulang, limfosit T kemudian akan bermigrasi ke kelenjar timus. Di kelenjar timus, limfosit T akan membelah menjadi ribuan limfosit dengan jenis yang berbeda-beda. Tiap satu limfosit di kelenjar timus membentuk reaktifitas yang spesifik terhadap antigen yang lain. Sebelum disebar ke jaringan limfoid, timus menyeleksi limfosit T dengan cara mencampurkan limfosit dengan semua protein atau antigen lain yang berasal dari jaringan tubuh sendiri. Jika limfosit T bereaksi maka limfosit ini akan dihancurkan dan difagositosis. Proses pengolahan ini berlangsung selama beberapa bulan saat sebelum bayi lahir dan selama beberapa bulan setelah lahir. Sesudah melewati periode ini, bila dilakukan pengangkatan kelenjar ti...

Faktor Resiko Perdarahan Uterus Abnormal

1.       Obesitas Jaringan adiposa dapat dikonversi menjadi estrogen melalui aromatisasi. Hal  ini memberikan pengaruh terhadap hipothalamus-hipofisis-(juga adrenal) sehingga menyebabkan produksi estrogen secara terus menerus terjadi oleh folikel yang tidak pecah. Akibatnya korpus luteum tidak terbentuk dan ovulasi tidak terjadi. Terjadi penurunan kadar dari sex hormone globulin. Hal ini mengakibatkan meningkatnya kadar dari bioavailable estrogen Dua kondisi dengan estrogen meningkat diatas, dan tanpa adanya progesterone, mengakibatkan proliferasi endometrium dan terlihat sebagai perdarahan. 2.       Stres/Kecemasan   Terjadi pengaktifan Hipotalamus-hipofisis anterior aksis yang mengakibatkan hipotalamus menyekresi corticotropic releasing hormone (CRH). CRH memberikan umpan balik negatif terhadap sekresi GnRH. Sekresi CRH akan merangsang pelepasan adenocorticontropin hormon (ACTH) oleh hipofisis anterior yang ...

Etiologi dan Patogenesis Abortus Spontan

Gambar
Abortus spontan dapat dibedakan menjadi abortus Aneuploidi dan abortus Euploidi.  Abortus aneuploidi artinya abortus yang terjadi pada hasil konsepsi dengan kelainan pada jumlah kromosom. Tidak banyak buku yang menjelaskan secara rinci bagaimana keadaan aneuploidi mengakibatkan abortus. Namun secara pasti akan terjadi gangguan pertumbuhan janin yang berakibat ke kelainan morfologi. Hal ini juga akan mengganggu proses implantasi sehingga abortus berulang pun punya peluang besar untuk terjadi. Selain itu, dilihat dari perubahan sistem imun tubuh ibu saat hamil, kelainan kromosom pada janin ini tidak menimbulkan keadaan dimana sistem imun ibu beradaptasi dengan kehadiran janin dalam rahim. Sehingga sistem imun ibu akan menyerang janin dan tubuh tidak memfasilitasi kehamilan. Abortus euploidi artinya abortus yang terjadi pada janin dengan kromosom yang normal. Artinya penyebab abortus berasal dari luar janin. 1.       Defek Anatomi Uterus. Kelai...